Jenis Standar LEI

Lembaga Ekolabel Indonesia (LEI) telah mengembangkan sistem dan standar sertifikasi untuk hutan alam, hutan tanaman, dan pengelolaan hutan berbasiskan masyarakat (community based forest management). Secara umum di Indonesia terdapat 3 tipe pengelolaan hutan dan pengelolanya yaitu tipe pengelolaan hutan alam yang dikelola oleh para pemilik HPH, tipe pengelolaan hutan tanaman yang dikelola oleh HTI, dan tipe pengelolaan hutan berbasiskan masyarakat yang dikelola sebagai hutan rakyat (hutan milik) atau hutan adat.

Karena itu LEI telah mengembangkan dan kini telah berjalan standar sertifikasi yang berlaku di Indonesia :

  1. Sertifikasi Pengelolaan Hutan Alam Produksi Lestari (PHAPL),
  2. Sertifikasi Pengelolaan Hutan Tanaman Lestari (PHTL),
  3. Sertifikasi Pengelolaan Hutan berbasis Masyarakat Lestari (PHBML),
  4. Sertifikasi Lacak Balak yang diperuntukkan bagi industri pengolahan hasil hutan kayu,
  5. Sertifikasi Bertahap yang diperuntukkan bagi unit pengelola hutan yang memiliki komitmen untuk memperbaiki kinerja pengelolaan hutannya namun masih memiliki beberapa persoalan atau kendala untuk memenuhi standard yang ada.

Pengelola hutan dapat memilih standar sertifikasi pengelolaan hutan yang sesuai dengan tipe pengelolaan hutannya.

Unit usaha industri hasil hutan dapat memilih sertifikasi lacak balak. Unit usaha yang telah lolos sertifikasi lacak balak LEI terjamin bahwa bahan baku kayu yang digunakannya dapat ditelusuri sumbernya dan berasal dari hutan yang lestari.

Logo LEI pada produk kayu memberikan jaminan bahwa keseluruhan produksi, mulai dari sumber bahan baku, hingga ke pengolahan akhir memenuhi prinsip kelestarian dan keadilan.

Keterangan :
Standard-standard ini telah digunakan untuk melakukan penilaian sertifikasi pada unit-unit manajemen hutan/ pengelola hutan dan industri di Sumatera, Kalimantan, dan Jawa.
Dari dua puluh buah unit pengelola hutan yang menjalani proses sertifikasi, dari kurun waktu 1998-2008, sebanyak 14 (empat belas) unit pengelola hutan dan unit usaha kehutanan yang lulus penilaian dan berhak mendapatkan sertifikat ekolabel dari LEI.