Apakah Sertifikasi LEI?

Sertifikasi LEI merupakan sertifikasi ekolabel yang dikembangkan oleh LEI. Sertifikasi ekolabel digunakan untuk memberi nilai bahwa suatu produk merupakan hasil dari kegiatan pengelolaan hutan yang memperhatikan norma-norma lingkungan hidup, norma ekonomi dan norma sosial. Pengelolaan yang seperti ini pada akhirnya berujung pada kelestarian sumber daya alam, sehingga layak diberi sertifikat ekolabel. Pada sertifikasi LEI, baik hutan maupun industri yang mengolah hasil hutan perlu melalui proses sertifikasi apabila ingin menghasilkan produk hasil hutan yang bersertifikat.

Kawasan hutan yang telah lolos penilaian sertifikasi ditandai dengan adanya sertifikat. Produk hasil hutan yang telah lolos penilaian sertifikasi ditandai dengan adanya sertifikat dan label.
Dari segi teori keilmuan ekonomi, lingkungan, dan politik, sertifikasi ekolabel berguna sebagai suatu alat untuk mencapai hubungan yang saling melengkapi antara kepentingan lingkungan, kelestarian sumber daya hutan, dengan kepentingan ekonomi dan dagang.

Dari segi konsumen, konsumen yang cinta lingkungan mempunyai pilihan atas seleranya atas produk-produk yang ramah lingkungan dan berasal dari hutan yang dikelola secara ramah lingkungan.

Dari segi pengusaha, para pengusaha mempunyai alat untuk menunjukkan kemampuannya mengelola usahanya, legalitasnya, dan menunjukkan tanggung jawab moralnya terhadap lingkungan dan masyarakat. Pengusaha akhirnya juga menikmati akses yang meningkat ketika dapat menembus pasar yang ecosensitive.

Implementasi sistem sertifikasi ekolabel secara umum sebagai berikut :

  1. Seperangkat standard yang terdiri dari kriteria dan indikator sertifikasi, yang digunakan sebagai alat untuk menilai dan menentukan peringkat baik dan buruknya kinerja unit manajemen.
  2. Proses audit sertifikasi hingga ke lapangan, yang dilakukan oleh badan independen yang disebut sebagai Lembaga Sertifikasi.
  3. Sistem pelacakan asal usul kayu mulai dari asal lokasi bahan baku sampai dengan lokasi proses terbentuknya dan lokasi keberadaan barang yang siap konsumsi (enduser goods).
  4. Pelabelan pada produk kayu yang berasal dari sumber yang lestari.

Sistem sertifikasi yang dibangun oleh LEI bertujuan untuk mendorong perbaikan-perbaikan pengelolaan hutan di Indonesia melalui standard-standard yang dikembangkan.

Dengan standard yang dikembangkan, sertifikasi diharapkan dapat mengembalikan jalur pengelolaan hutan dan memperbaiki kondisi pengelolaan hutan agar lebih baik.

Logo LEI pada produk kayu memberikan jaminan bahwa keseluruhan produksi, mulai dari sumber bahan baku, hingga ke pengolahan akhir memenuhi nilai-nilai lingkungan, sosial, dan ekonomi.