Hutan Bersertifikat LEI Terus Meningkat

Hutan Bersertifikat LEI Terus Meningkat

Hutan Bersertifikat LEI Terus Meningkat 150 150 lei

Hutan rakyat bersertifikat LEI semakin meningkat dengan tersertifikasinya 2 (dua) unit manajemen hutan rakyat di Sragen dan Magetan seluas total 2.004 hektar, dengan wilayah mencapai 11 desa.  Keduanya merupakan hasil pendampingan LSM PERSEPSI (Perhimpunan untuk Studi dan Pengembangan Ekonomi dan Sosial). Dua unit manajemen hutan rakyat tersebut adalah UM Argo Bancak di Magetan (3 desa, 600 hektar) dan UM Wana Rejo Asri di Sragen (8 desa, 1.404 hektar).   Keduanya lulus melalui proses sertifikasi oleh PT. Mutu Agung Lestari pada Juli 2009.  Hingga 2009, capaian total unit manajemen hutan berbasis masyarakat lestari yang bersertifikat LEI adalah 16.695,35 hektar dengan 7 unit manajemen hutan rakyat dan 1 unit manajemen hutan adat.

Industri hasil hutan di Indonesia yang sudah mendapat sertifikat CoC LEI juga meningkat, dari 2 industri  menjadi 6 (enam) .  Keenam industri itu adalah : PT. Uniseraya yang memproduksi garden furniture dan moulding, PT. Jawa Furni Lestari sebuah produsen outdoor dan indoor furnitures, serta PT.  Indah Kiat Pulp & Paper Tbk., PT. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry, PT. Pindo Deli Pulp And Paper Kerawang dan Perawang Mills, dan PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. yang keempat-empatnya merupakan produsen pulp dan kertas yang memperoleh bahan baku kayu pulp dari PT. Wira Karya Sakti yang sudah mendapatkan sertifikat PHTL LEI.  Keempat industri pulp dan kertas dibawah bendera Asia Pulp & Paper (APP) tersebut telah dinyatakan lulus sertifikasi CoC oleh PT. TUV Internasional Indonesia (TUV Rheinland Group) pada Agustus 2009. Bertambahnya industri di Indonesia yang memperoleh sertifikat CoC LEI akan meningkatkan peredaran produk yang bersertifikat LEI di pasaran, yang akhirnya akan menambah peluang keberterimaan pasar terhadap logo LEI.

Program-program kerja LEI untuk meningkatkan daya saing dan posisi tawar LEI terhadap permintaan pasar dan isu lingkungan yang semakin banyak dan cepat berubah adalah mendorong peredaran produk bersertifikat LEI di pasar, baik domestik maupun internasional, mempercepat peningkatan luas hutan yang bersertifikat LEI, perbaikan sistem sertifikasi demi peningkatan mutu dan efektivitas sistem sertifikasi, dan pengembangan sistem-sistem sertifikasi yang baru.