Mengelola Hutan Secara Lestari

Indonesia adalah negara dengan sumber daya hutan yang beragam ketiga di dunia setelah Brazil dan Zaire. Hutan memberikan manfaat majemuk bagi kehidupan manusia baik dari sisi ekonomi, sosial budaya maupun lingkungan. Untuk dapat mewujudkan secara seimbang ketiga manfaat tersebut dan memenuhi aspek keadilan antar generasi maka pengelolaan sumberdaya hutan menuntut pertimbangan yang bijaksana dan berwawasan jauh kedepan.

Sumberdaya hutan merupakan salah satu sumberdaya alam yang dikuasai negara diartikan sebagai “wilayah, pemerintah, dan rakyat”. Hutan memiliki fungsi publik yang harus dipelihara keberadaannya sehingga tetap dapat memberikan jasa-jasa lingkungan dan sosial yang penting bagi kehidupan.

Salah satu cara mendorong pengelolaan sumberdaya alam (hutan) yang lestari adalah sertifikasi hutan. Dalam sertifikasi hutan, kinerja pegelolaan hutan dinilai pada aspek produksi, aspek ekologi, dan aspek sosialnya. Siapapung pengelola hutan harus memperhatikan kelestarian fungsi produksi, ekologi dan sosial dari hutan. Inisiatif sertifikasi hutan di Indonesia muncul setelah KTT Bumi di Rio de Jeneiro tahun 1992. Langkah awal dari inisiatif ini diambil dengan dibentuknya “kelompok Kerja Ekolabel” yang beranggotakan pihak-pihak yang peduli pada dunia kehutanan dari kalangan pemerintah, akademisi, LSM, dan swasta. Melalui rangkaian diskusi yang panjang dan alot, akhirnya terbentuk kesepakan mengenai sistem sertifikasi yang terdiri atas:

• Kriteria dan indikator pengelolaan hutan secara lestari
• Prosedur pelaksanaan sertifikasi
• Persyaratan umum bagi para pelaku sertifikasi,dan
• Pedoman pengambilan keputusan sertifikasi

Supaya sistem sertifikasi kredibel, proses penyusunannya dilaksanakan secara transparan, partisipatif, dan mengacu kepada standar internasional. Selain itu, sistem sertifikasi harus tetap memperhatikan kondisi spesifik sumberdaya hutan di Indonesia yang beragam.

Sitem sertifikasi yang telah dibangun bersama para pihak terkait (stakeholders) ini diharapkandapat dilaksanakan dengan semestinya. Tanpa dukungan semua pihak dalam pelaksanaan sertifikasi ini, kita sulit mewujudkan penelolaan hutan yang adil dan lestari. Dengan semangat inilah buku ini disusun dengan harapan dapat membantu mewujudkan cita-cita kita bersama: Membangun Hutan Secara Lestari.

Emil Salim
Ketua Dewan Penyantun
Bogor, 2000