Program LEI

Kegiatan penyelenggaraan sertifikasi ekolabel hutan merupakan kegiatan-kegiatan yang terkait dengan fungsi-fungsi akreditasi, pengembangan standard sertifikasi ekolabel, peningkatan kapasitas personel, menyediakan wahana komunikasi, dan program-program lain yang bertujuan mendorong terselenggaranya sertifikasi ekolabel hutan lestari di Indonesia.

  • Akreditasi
  • Pengembangan Standard Sertifikasi
  • Peningkatan kapasitas personel sertifikasi
  • Komunikasi
  • Program lain : Timber Tracking JLIRA, TLAS

Akreditasi

Sebuah system sertifikasi yang terselenggara dengan baik pelaksanaanya memerlukan kelengkapan system yang memenuhi kualifikasi tertentu. Untuk menjamin persyaratan kualifikasi itu terpenuhi maka diperlukan proses akreditasi oleh Lembaga Ekolabel Indonesia terhadap para pihak yang akan mengoperasikan system sertifikasi ini.

Lembaga Ekolabel Indonesia melaksanakan proses akreditasi terhadap Lembaga Sertifikasi yang akan mengoperasikan sistem sertifikasi di lapangan, lembaga pelatihan, dan lembaga sertifikasi personnel.

Proses akreditasi dijalankan dengan transparan dan mengacu pada ketentuan-ketentuan yang ditujukan untuk memelihra pelaksanaan sistem sertifikasi yang benar.

Lembaga Ekolabel Indonesia telah menyusun Dokumen Manual Akreditasi sebagai panduan dalam melakukan akreditasi terhadap lembaga-lembaga yang berkaitan langsung dengan pelaksanaan sertifikasi. Dokumen ini juga akan menjadi acuan dalam melakukan evaluasi berkala terhadap lembaga-lembaga yang telah diakreditasi agar kualifikasinya senantiasa terjaga.

Sampai saat ini Lembaga Ekolabel Indonesia telah melakukan proses akreditasi terhadap 3 lembaga sertifikasi untuk melakukan proses-proses sertifikasi di lapangan, yaitu :

  • PT. Mutu Agung Lestari
  • PT. TUV International Indonesia
  • PT. Sucofindo

Ketiga Lembaga ini telah memenuhi kualifikasi untuk menjalankan proses-proses sertifikasi ekolabel untuk pengelolaan hutan lestari berdasarkan standard LEI.

Pengembangan Standard Sertifikasi

Lembaga Ekolabel Indonesia mengembangkan 2 jenis system sertifikasi ekolabel :

  • Sistem sertifikasi ekolabel untuk pengelolaan hutan.
  • Sistem sertifikasi lacak balak.

Sistem sertifikasi ekolabel untuk pengelolaan hutan dikembangkan untuk digunakan di areal hutan sumber bahan baku kayu.

Sistem sertifikasi lacak balak dikembangkan untuk mengetahui kebertelusuran bahan baku kayu yang digunakan dalam produk kayu berasal bersumber dari areal hutan yang lestari.

Lembaga Ekolabel Indonesia mengembangkan 3 set sistem sertifikasi ekolabel untuk pengelolaan hutan, berdasarkan tipe pengelolaan hutan yang ada di Indonesia :

  • Sistem Sertifikasi Pengelolaan Hutan Alam Produksi Lestari.
  • Sistem Sertifikasi Pengelolaan Hutan Tanaman Lestari.
  • Sistem Sertifikasi Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat Lestari.

Untuk menjaga kredibilitas, transparansi dan memastikan keterlibatan mulitpihak dalam penyusunan sistem sertifikasi, maka proses pengembangan sistem sertifikasi LEI melalui tahapan-tahapan tertentu, sebagai berikut :

  1. Dokumen usulan sistem sertifikasi/amandemen diajukan oleh badan eksekutif LEI kepada Majelis Perwalian Anggota, sebagai LEI-I
  2. Dokumen usulan sistem sertifikasi/amandemen dikonsultasikan dalam lokakarya dan/atau dengan para pihak terkait (stakeholders), sebagai konsultasi publik kesatu, dan dokumennya berstatus LEI-II.
  3. Dokumen usulan/amandemen hasil konsultasi publik pertama diperbaiki oleh Komite Materi (Tim Ahli LEI), Kelompok kerja atau Tim Kecil yang dibentuk oleh LEI. Dokumennya berstatus LEI-III
  4. Dokumen usulan/amandemen hasil perbaikan Komite Materi/Tim Kecil/Kelompok Kerja dikonsultasikan kembali dalam lokakarya dan/atau dengan para pihak terkait ( stakeholders), sebagai konsultasi publik kedua. Dokumennya berstatus LEI-IV
  5. Dokumen usulan/amandemen hasil konsultasi publik kedua disempurnakan kembali oleh Komite Materi yang diusulkan oleh LEI untuk diterima oleh stakeholders. Dokumennya berstatus LEI-V
  6. Dokumen diajukan untuk mendapat persetujuan Majelis Perwalian Anggota, disebut Dokumen Final.

Peningkatan kapasitas personel sertifikasi

Dalam sistem sertifikasi LEI, terdapatnya lembaga pelatihan merupakan persyaratan bagi berjalannya sistem, yang notabene juga syarat untuk mengimplementasikan proses sertifikasi. Proses sertifikasi akan berjalan jika tersedia penilai lapangan dan panel pakar yang akan melakukan proses pra-penilaian lapangan, penilaian lapangan, sampai pengambilan keputusan sertifikasi.

Para penilai lapangan dan panel pakar ini, sebelum ditetapkan menjadi penilai lapangan dan atau panel pakar harus mengikuti serangkaian pelatihan. Setelah lulus, yang bersangkutan didaftar dan ditetapkan menjadi penilai lapangan dan atau panel pakar pada lembaga sertifikasi personel yang diakreditasi oleh LEI. Lembaga sertifikasi yang melakukan penilaian terhadap unit-unit manajemen yang siap mengikuti proses sertifikasi harus menggunakan tenaga-tenaga penilai lapangan dan panel pakar yang terlatih dan terdaftar sesuai kompetensi dan keahliannya.

Penilai lapangan perlu dilatih agar mampu melakukan pencarian dan pengumpulan data/fakta, melakukan analisis terhadap indikator-indikator dalam bidangnya, mampu mengambil kesimpulan mengenai kinerja unit manajemen, serta mampu menulis laporan berdasarkan data/fakta.

Panel Pakar perlu dilatih agar mampu membuat keputusan tertulis berdasarkan kajian terhadap dokumen-dokumen unit manajemen: data dasar, perencanaan, dan laporan-laporan pelaksanaan pengelolaan hutan; menjelaskan secara lisan dan atau tulisan tentang struktur logika sertifikasi; melakukan verifikasi dan validasi hasil penilaian lapangan; berperan aktif dalam proses pengambilan keputusan kelompok; serta membuat keputusan penilaian atas kinerja unit manajemen.

1 Comment
  • I need to understand about LEI accreditation, costs and timelines. Would be useful if someone could contact me.