Roadmap LEI Bidang Sinergi Kebijakan Pemerintah Dengan Inisiatif Voluntary

Roadmap LEI Bidang Sinergi Kebijakan Pemerintah Dengan Inisiatif Voluntary

Roadmap LEI Bidang Sinergi Kebijakan Pemerintah Dengan Inisiatif Voluntary 150 150 lei

Bogor – Koran Kongres LEI | Kongres III Lembaga Ekolabel Indonesia (LEI) yang dihelat di Hotel Padjadjaran Suites, BNR, Kota Bogor, 9-11 Oktober 2014 menggagas empat isu pokok, yakni mengenai tenurial, jasa lingkungan ekosistem dan produk SDA non kayu, sinergi kebijakan pemerintah dengan inisiatif voluntary, dan penguatan kelembagaan LEI.

Bidang sinergi kebijakan pemerintah dengan inisiatif voluntary menjadi isu penting LEI karena promosi pengelolaan SDA lestari dan adil harus dilakukan bersama-sama antara pemerintah dan inisiatif voluntary. Kedau skema kebijakan mandatory maupun skema voluntary mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Penguatan LEI pada bidang ini dilakukan dengan tujuan peningkatan efektivitas implementasi dan pengakuan terhadap stakeholder sumberdaya alam yang lestari dan adil.

Kebijakan LEI memperkuat bidang ini ditempuh dengan melibatkan unsur pemerintah dalam pengembangan organisasi, dan membangun sinergitas skema mandatory dan skema voluntary. Garis besar LEI dalan mengembangan kebijakan ini dibangun dengan mempromosikan prakrik pengelolaan sumberdaya alam secara adil dan berkelanjutan secara bersama-sama.

Kongres III Lembaga Ekolabel Indonesia yang dilangsungkan pada 9-11 Oktober 2014 disponsori oleh dua grup perusahaan terkemuka nasional, yaitu APP dan RAPP. Selain itu, perhelatan akbar LEI empat tahun sekali ini juga didukung oleh Kementrian Kehutanan, Multistakeholder Forestry Programm, TUVRheinland, Sucofindo, Mutu Certification, dan Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia. (Fahir)