film

Film Satu Harapan Pemenang Utama StoS 2010

Film Satu Harapan Pemenang Utama StoS 2010 150 150 lei

Pada 22-24 Januari 2010 yang lalu, diselenggarakan festival film dokumenter lingkungan yang bertajuk “South to South Film Festival 2010” di Goethe- Institut, Jakarta.  Acara tersebut di selenggarakan oleh beberapa NGO diantaranya JATAM, WALHI, Climate Justice, KIARA, Gekko Studio, Ecosisters, Sawit Watch, Solidaritas Perempuan dan Indonesia berseru.

poster

StoS 2010 yang dibuka oleh Salahuddin Wahid, yang akrab dipanggil Gus Solah bersama wakil anak korban lumpur Lapindo  tersebut  mengambil tema We Care (Kita Peduli).   Dengan tema We Care, StoS Film Festival 2010 menggalang solidaritas (kepedulian) dan keterlibatan masyarakat antara negara-negara selatan, hulu dan hilir untuk menyelamatkan lingkungan hidup dan masyarakat korban.   Salah satu wadah keterlibatan publik, StoS Film festival 2010 mengadakan kompetisi film dokumenter lingkungan.

Lembaga Ekolabel Indonesia (LEI) juga turut ambil bagian dalam kompetisi film dokumenter tersebut.  Sebagai Executive Producer berkolaborasi dengan KONSEPSI Mataram, LEI berpartisipasi dengan mengikutsertakan film dokumenter berjudul “Satu Harapan”.

Film yang disutradarai  Yuli Andari ini mengambil setting pada pengelolaan hutan kemasyarakatan di Sesaot, Nusa Tenggara Barat. Anton Susilo sebagai Camera Person tersebut berkisah mengenai keterkaitan antara pengelolaan sumberdaya alam,khususnya hutan, dengan permasalahan kemiskinan masyarakat sekitarnya, kesehatan, pendidikan, dan gender.    Tersebutlah Ibu Sapiah, yang harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dengan dua orang anaknya, dengan mengandalkan hasil hutan bukan kayu, yang biasa dipetik dari hutan garapannya.  Sosok Ibu Sapiah dan keluarganya sengaja dipilih untuk memberi gambaran bahwa masih banyak masyarakat  yang termarjinalkan akibat minimnya akses terhadap sumberdaya hutan. Peran dan fungsi seorang Ibu yang sangat berat, karena harus bekerja pada ranah public dan privat  juga tergambarkan dalam film ini. Dan terakhir, permasalahan besar pengelolaan sumberdaya hutan semestinya  didekati dengan pendekatan holistic dan lintas sektoral, tidak melulu pada system dan teknik produksi kehutanan.

Dalam puncak acara StoS Film Festival 2010 di Goethe Institut, tanggal 24 Januari 2010 lalu, Film Satu Harapan dinobatkan sebagai pemenang utama film dokumenter lingkungan dan berhak untuk mendapatkan South to South Film Festival Award. Film Satu Harapan menjadi pemenang utama dari enam  film yang masuk nominasi terbaik dalam StoS Film Festival 2010.  Keenam nominasi terbaik tersebut merupakan film yang terpilih dari total 69 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Disamping award, penghargaan juga dalam bentuk uang  tunai yang kami sepakati akan diserahkan kepada keluarga Ibu Sapiah sebagai biaya pendidikan kedua anaknya, sekaligus sebagai penghargaan atas kisah inspiratif yang sudah diberikan.

Keberhasilan tersebut tak lepas dari kerja keras dan kerjasama dari semua pihak yang terlibat, dan sebagai salah satu bentuk media komunikasi kepada publik, keberhasilan film Satu Harapan tersebut tentunya akan menjadi penyemangat bagi LEI,KONSEPSI Mataram  dan konstituen di dalamnya untuk lebih kreatif dalam menyampaikan misi pengelolaan sumberdaya yang adil dan lestari.