Kongres

Sekilas tentang Organisasi LEI

Sekilas tentang Organisasi LEI 426 1280 lei

Sekilas tentang Organisasi LEI

Organisasi LEI adaah organisasi berdasarkan kostituen (CBO) dengan badan hukum perkumpulan.

LEI sebagai organisasi konstituen menyerap suara-suara ublik dan bekerja untuk memperoleh legitamis publik: anggota-anggota LEI membawa representasi subtantif kepentingan publik dan mengagregasikannya menjadi program perkumpulan.

Kongres LEI tengah menajamkan Anggaran Dasar sebagai; landasan etik dan aturan agar menjadi perkumpulan yang efektif. Efektif dalam menjalankan ecolabbelling dengan fokus pada pengembangan sistem serifikasi dan labellung pembangunan hijau.

 

PETA IDE LEMBAGA EKOLABEL

PETA IDE LEMBAGA EKOLABEL 419 419 lei

PENYUSUNAN ARAHAN STRATEGIS

PENYUSUNAN ARAHAN STRATEGIS 426 426 lei

PENYUSUNAN ARAHAN STRATEGIS

  1. Merumuskan kembali (menyegarkan kembali) visi – misi – tujuan LEI, maksimumkan fungsi Ecolabelling sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.
  2. Menentukan klien yang harus dilayani LEI pada Pemerintah, Masyarakat, dan Pelaku Ekonomi.
  3. Mendesain organisasi yang paling efektif melayani klien-klien tersebut, dan   landasan hukumnya.
  4. Menyusun strategi finansial untuk mendapatkan dukungan dari sumber-sumber pendanaan yang potential.
  5. Melanjutkan model learning organization, selalu ambil pembelajaran dari setiap pengalaman dan responsif terhadap perkembangan yang dinamis.

 

Hasil Kongres I LEI 2004

Hasil Kongres I LEI 2004 150 150 lei

Pada tanggal 19-21 Oktober 2004 Lembaga Ekolabel Indonesia (LEI) menyelenggarakan Kongres LEI menuju Organisasi Berbasis Konstituen (Constituent-based Organization) di Jakarta yang dihadiri sekitar 130 peserta yang mewakili institusi/ organisasi dan perorangan. Kongres berhasil menetapkan STATUTA LEI dan menyepakati beberapa hal, antara lain :

1. Konstituen LEI terbagi menjadi 3 (tiga) Chamber atau Kamar, yakni Chamber Private Sector (Swasta), Chamber Kelompok Masyarakat, Chamber Pemerhati dan Chamber Eminen Person.

2. Komposisi suara untuk masing-masing Chamber adalah :

1. Swasta = 30%;
2. Kel. Masyarakat = 35%;
3. Pemerhati = 20% dan
4. Eminen Person = 15%

3. Kongres juga telah menyepakati susunan anggota Majelis Perwalian Anggota (MPA) LEI sebagai berikut :

1. Hariadi Kartodihardjo, Chamber Eminen Person (Ketua MPA)
2. Abdon Nababan, Chamber Eminen Person (anggota)
3. Muayat Ali Muhsi, Chamber Pemerhati (anggota)
4. Nurcahyo Adi, Chamber Pemerhati (anggota)
5. Den Upa Rombelayuk, Chamber Kelompok Masyarakat (anggota)
6. Keucik Jaelani Hasan, Chamber Kelompok Masyarakat (anggota)
7. Siman, Chamber Kelompok Masyarakat (anggota)
8. Nana Suparna, Chamber Swasta (anggota)
9. C.P. Munoz, Chamber Swasta (anggota)
10. Purwadi Soeprihanto, Chamber Swasta (anggota)

4. Kongres ditutup dengan pembacaan Komunike Bersama Kongres LEI