Koperasi Tani Manju Bersama

HKm Santong Lulus Sertifikasi PHBML LEI

HKm Santong Lulus Sertifikasi PHBML LEI 150 150 lei

Hutan yang dikelola masyarakat di areal hutan negara dalam bentuk Hutan Kemasyarakatan (HKm) di Santong, Nusa Tenggara Barat, menjadi areal HKm pertama yang lulus penilaian sertifikasi ekolabel sistem LEI.

Pada tanggal 14 – 18 Juli dan 26 – 27 Juli 2011 telah dilakukan proses penilaian dan pengambilan keputusan sertifikasi Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat (PHBML) skema LEI atas areal HKm Santong yang dikelola oleh Koperasi Tani Manju Bersama Santong, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Luas areal HKm yang dinilai adalah seluas kurang lebih 571 ha, yang berada di Desa Santong ( 221 ha) dan Desa Salut ( 350 ha). Lebih dari 800 orang petani menjadi anggota Koperasi dan mengusahakan areal HKm tersebut. Hal ini merupakan bentuk penghargaan/apresiasi dan pengakuan dari konsituent Lembaga Ekolabel Indonesia (LEI) melalui mekanisme sertifikasi pengelolaan hutan lestari kepada para pihak yang terlibat dalam proses pengembangan HKm di wilayah tersebut.

Kondisi hutan sudah multi strata, dimana tegakan didominasi tanaman-tanaman seperti Sengon, Dadap, dan kemiri. Sementara di strata bawahnya didominasi tanaman kopi dan coklat yang telah menghasilkan dan sebagai penopang ekonomi masyarakat pengelola HKm. Areal HKm Santong merupakan areal HKm perintis, yang dikembangkan sejak tahun 1997 pada lahan-lahan yang kritis dan terdegradasi. Hasilnya, dengan pendampingan dan fasilitasi yang terus menerus dari para pihak di daerah, seperti LP3ES yang kemudian sampai sekarang dilanjutkan oleh KONSEPSI, Dinas Kehutanan, dan para pihak lain, kondisi HKm Santong telah tumbuh baik. Kebanyakan dari tanaman sengon yang ada sudah masak tebang tetapi belum mendapat ijin usaha pemanfaatan kayunya dari pihak terkait. Sementara tanaman-tanaman seperti kopi, coklat, kemiri dan buah-buahan yang selama ini telah menjadi sumber penghasilan masyarakat anggota Koptan Santong.

Kurang lebih setahun yang lalu, Koptan Maju Bersama Santong memberikan mandat kepada Konsepsi Mataram untuk membantu proses penyiapan penilaian sertifikasi PHBML LEI. Proses-proses capacity building pun telah dilakukan, seperti penyiapan dokumen-dokumen sertifikasi, pembuatan rencana kelola dan pelatihan-pelatihan pengelolaan hutan lestari serta sertifikasi ekolabel. Penilaian sertifikasi ekolabel ini disamping untuk menunjukkan kepada para pihak bahwa masyarakat mampu mengusahakan dan mengelola areal HKm dengan baik dan lestari, juga sebagai sarana untuk mendapatkan pengakuan lebih luas, khususnya berkaitan dengan percepatan keluarnya ijin usaha pemanfaatan HKm dan ijin usaha pemanfaatan hasil hutan kayunya.

Akhirnya, pada tanggal 27 Juli 2011, Tim Pakar dari PT Mutu Agung Lestari yang melakukan penilaian menyatakan bahwa areal HKm Santong seluas kurang lebih 571 ha LULUS dalam penilaian sertifikasi PHBML skema LEI. Areal HKm Santong menjadi areal HKm yang pertama yang lulus penilaian sertifikasi ekolabel. Semoga capaian ini dapat diikuti oleh para pengelola community forestry lainnya, baik dalam bentuk HKm, Hutan Desa, Hutan Adat, maupun Hutan Rakyat.