Sertifikasi Voluntary

Sekilas Mengenai Sertifikasi Mandatory Dan Voluntary

Sekilas Mengenai Sertifikasi Mandatory Dan Voluntary lei

Bogor – Koran Kongres LEI | Dalam berbagai forum dan kamar pada hari pertama kongres III Lembaga Ekolabel Indonesia 2014 sering disebutkan istilah Sertifikasi Voluntary dan Mandatory. Istilah sertifikasi tentu sudah tidak asing lagi bagi kebanyakan orang. Namun bisa jadi belum banyak yang memahami apa yang dimaksud dengan Sertifikasi Mandatory dan Voluntary. Dua istilah ini cukup asing didengar oleh banyak orang, tetapi telah lama sangat akrab ditelinga anggota LEI.

Jika diartikan secara langsung menggunakan google translate, voluntary berarti sukarela sedangkan mandatory berarti wajib atau diwajibkan. Disebutkan bahwa LEI merupakan salah satu bentuk sertifikasi kehutanan yang termasuk kategori voluntary. Sehingga dapat diartikan bahwa sertifikasi tersebut tidak diharuskan untuk dimiliki oleh pelaku bisnis yang menggunakan hutan sebagai salah satu sumbernya.

Namun hal tersebut bukan berarti sertifikasi Lembaga Ekolabel Indonesia tidak penting. Hal tersebut ditunjukkan dengan adanya perusahaan yang sangat mengupayakan pemenuhan persyaratan yang diajukan agar produknya tersertifikasi oleh LEI.

Voluntary di sini dapat digambarkan secara singkat bahwa sertifikasi ini memang tidak diterima di semua market atau pangsa pasar namun di beberapa pasar tertentu. Meskipun bersifat voluntary, namun karakteristik yang dimiliki sama dengan sertifikasi mandatory.

Sertifikasi mandatory dan voluntary bukanlah dua sertifikasi yang saling bertentangan, namun saling mendukung satu sama lain. Sertifikasi mandatory dan voluntary sama-sama mendukung peraturan pemerintah yang berlaku di Indonesia, serta tentunya mendukung pengelolaan hutan secara lestari. Meskipun banyak pelaku bisnis yang merasa bahwa duplikasi kedua sertifikasi ini memberatkan mereka dalam sisi biaya, namun tetap dinyatakan bahwa legalitas merupakan bagian penting dalam pengadaan sebuah produk.

Mandatory maupun voluntary, sertifkasi merupakan hal yang penting dan wajib dimiliki. Apabila masyarakat peduli terhadap pemberantasan illegal logging, tidak mendukung deforestasi dan peduli akan hutan dan martabat bangsa, maka mereka akan hanya menggunakan produk yang bersertifikasi. Selamat menjalankan kongres LEI III bagi peserta yang peduli bangsa. (Fahir)